KEKASIH

9 01 2009

Ada mimpi yang indah tentang harapanmu, pada luka goresanku, mimpi? ini sebuah realita yang pernah kurencanakan untuk bahagiamu(Kekasih), asing pada kenyataan namun biduk pada laut dan juga ruang sangggup dikata langit, percis biru pertama dilihat, hitam namun sinar-sinar yang menerangi menjadi harapan baru……untukmu…..dan untukmu…(Kekasih)….tapi lupakan biduk yang tak berlabuh, kadang ia menepi pada pantai yang dikira tak berpenghuni, tetapi itu hanya sebuah kemungkinan, ketika kupikir aku sendiri…Jangan katakan pada siapapun kalau aku harapan dari mimpi tapi katakan satu hal kau bukan kekasih….!!!! http://sadoell777.ning.comhttps://sadoell77.wordpress.com





Filsafat Ilmu

4 12 2008

SELINTAS TENTANG FILSAFAT ILMU

1. PENDAHULUAN

Filsafat ilmu mulai berebak diawal abad ke 20, namun diabad ke 19 dapat dikatakan Fancis Bacon sebagai peletak dasar filsafat ilmu dengan metode yang dimiliknya, metode induksi.

Filsafat ilmu mulai mengedepan tatkala ilmu pengetahuan dan teknologi(IPTEK) mengalami kemajuaan yang sangat pesat, IPTEK dipandang dapat mengancam eksistensi umat manusia, namun sejauh ini hanya merupakan kekhawatiran para Agamawan, ilmuan, juga kalangan filusuf sendiri.

Kekahawatiran tersebut pada dasarnya dikarenakan, munculnya suatu pengembangan IPTEK berjalan terlepas dari asumsi-asumsi dasar filosofnya, seperti:

Landasan ontologis
Epistemologis
Ontologis

Yang cenderung berjalan sendiri-sendiri, untuk memahami gerak perkembangan IPTEK maka dibutuhkan pemahaman filsafat ilmu, sebagai upaya meletakan kembali peran dan fungsi IPTEK sesuai dengan tujuan semula, yakni mendasarkan diri dan conceren terhadap kebahagian umat manusia, inilah merupakan pokok bahasan utama yang akan dikedepankan terlebih dahulu, disamping objek dan pengertian filsafat ilmu.

2. OBJEK MATERIAL DAN FORMAL FILSAFAT ILMU

a. OBJEK MATERIAL

Objek material atau pokok bahsaan filsafat ilmu, adalah ilmu pengetahuan, yakni suatu pengetahuan yangtelah disususn secara sistematis, dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, secara umum.

Ada suatu perbedaan yang jelas sekali antara, antara ilmu pengetahuan dengan pengetahuan saja, yakni pengetahuan bersifat umum, dan berupa pengalamaan sehari-hari, sedangkan ilmu pengetahuan, adalah pengetahuan yang bersifat khusus.

Ciri dari ilmu pengetahuan yakni, sistematis, menggunakan metode ilmiah tertentu, serta dapat diujikan kebenarannya, sebagaimana pada alinea pertama pada bahasan objek material dan formal filsafat ilmu.

Secara umum manusia terlibat dengan pengetatuan, secara normal dengan perangkat indrawinya, akan tetapi seseorang dikatakan sebagai ilmuan apabila terlibat dalam aktivitas ilimah, secara konsisten, serta merujuk kepada prasyarat-prasyarat yang seharusnya dipenuhi seorang ilmuan, yakni:

a.1. Prosedur ilmiah.
a.2. Metode ilmiah.
a.3. Adanya suatu gelar yang berdasar pendidikan formalnya, yang telah ditempuh.
a.4. Kejujuran ilmiah, yakni suatu kemauan yang besar, ketertarikan pada perkembangan ilmu pengetahuan terbaru, dalam rangka Profesionalitas keilmuannya.

b. OBJEK FORMAL

Esensi atau lazim disebut dengan hakikat merupakan objek , adapun objek formal filsafat ilmu, adalah ilmu pengetahuan, adanya permasalahan-permasalahan mendasar, pada ilmu pengetahuan menjadi pusat perhatian, yakni berlandaskan pula pada:

Ontologis, “Apa hakikat ilmu itu sesungguhnya…..?”.

Epistemologis, “Bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah…..?”.

Aksiologis, “Apa fungsi ilmu pengetahuan bagi manusia….?.

a. Ontologis
Bersikap objektive, pada suatu pengembangan ilmu, dimana objek pengembangan bersifat realitas, “….Apa…”.

b.Epistemologis
Epistemologis pengembangan ilmu artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas cara dan prosedur dalam memperoleh kebenaran,dalam hal ini yang dimaksud adalah metode ilmiah.

Adapun metode ilmiah secara garis besar dapat dikelompokan menjadi dua, yakni siklus empirik untuk ilmu-ilmu kealaman. Dan metode linear ilmu-ilmu sosial-humaniora.

Yang dimaksud siklus empirik antara lain meliputi:

Observasi
Penerapan metode induksi
Melakukan eksperimentasi (Percobaan)
Verifikasi, suatu pengajuan ulang terhadap hipotesis yang diajukan, sehingga menghasilkan suatu teori.

Yang dimaksud metode linear adalah meliputi:

Persepsi, suatu daya indrawi didalam menghadapi realitas yang diamati.
Kemudian disusun suatu pengertian atau konsepsi.
Kemudian dilakukan suatu prediksi, atau perkiraan, atau ramalan tentang kemungkinan yang terjadi dimasa depan.

c. Aksiologis

Merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang ilmuan, terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya, ideologi, kepercayaan, senantiasa dikaitkan dengan ilmuan yang sedang bekerja.

3.PENGERTIAN FILSAFAT ILMU

3.a.) Definisi

Robert Ackermann mendefinisikan filsafat ilmu adalah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini, yang telah dibandingkan dengan pendapat-pendapat dahulu yang telah dibuktikan.

Lewis White Beck menyatakan bahwa filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta mencoba menetapakan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.

Cornelius Benjamin berpendapat bahwa filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan dan falsafti yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya, dan praanggapan-praanggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang pengetahuan intelektual.

May Brodbeck mengutarakan filsafat ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan falsafati, pelukisan, dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.

Keempat definisi diatas memperlihatkan suatu ruang lingkup atau cakupan yang dibahas didalam filsafat ilmu, antara lain:

3.a.1) Komparasi kritis sejarah perkembangan ilmu
3.a.2) Sifat dasar ilmu pengetahuan
3.a.3) Metode ilmiah
3.a.4) Praanggapan-praanggapan ilmiah
3.a.5) sikap etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan

Yang paling banyak dibicarakan terutama adalah sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, suatu perbandingan kritis antara periode-periode, dimana kekhasan perkembangan ilmu, memperlihatkan kekayaan pradigma ilmiah sepanjang sejarah perkembangan ilmu. Suatu revolusi science yang didukung oleh temuan pradigma baru dalam bidang ilmu tertentu, akan memeberikan perubahan pola pikir suatu masyarakat, demikian menurut apa yang dinyatakan Khun.

Seperti keadaan dijaman Yunani hingga abad pertengahan, pandangan msyarakat bersifat Geosentris, bahwa bumi merupakan pusat jagad raya. Ketika revolusi Copernikus terjadi masyarakat mulai mengubah pandangannya, kalau matahari adalah pusat jagad raya, bukan bumi, ini merupakan suatu contoh klasik dimana pergeseran pragmatis yang diakau bersama oleh suatu masyarakat, ketika diketahui dan disepakati pemikiran baru, dari suatu kondisi peralihan pemahaman tentang pusat jagad raya, dari geosentris menjadi Heliosentris.

Metode ilmiah adalah teknis untuk memperoleh pengetahuan baru, atau memperkembangkan pengetahuan yang ada, prosedur yang mencakup tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, untuk menghasilkan dan memperkembangkan pengetahuan yang ada.

Pencarian yang sistematis, peninjauan kembali pengetahuan yang telah ada merupakan prosedur yang biasa digunakan para ilmuan, biasa disebut dengan metode ilmiah. Ilmuan pada umumnya manusia biasa, ia juga bisa terjebak kedalam sikap pemujaan yang berlebihan terhadap metode, sikap yang demikian itu disebut dengan Metodolatri. Anggapan bahwa metode tujuan hakiki dari suatau proses ilmiah, namun kenyataannya metode merupakan suatu sarana, untuk mendapati kebenaran ilmiah.

Etis, “Apakah ilmu, bebas dari nilai atau tidak?….”, ada dua kubu yang saling berhadapan. Kaum Positivisme berpendapat, “Ilmu harus terbebas dari nilai….?!”.

Namun dilain pihak, ilmu tak boleh terputus dari nilai, “Ilmu itu senantiasa terkait dengan kepentingan sosial…!?!”.

4. TUJUAN DAN IMPLIKASI FILSAFAT ILMU

4.1. TUJUAN FILSAFAT ILMU

Filsafat ilmu sebagai suatu cabang khusus filsafat yang membicarakan tentang sejarah perkembangan ilmu, metode-metode ilmiah, sikap etis yang harus dikembangkan para ilmuwan secara umum memiliki tujuan-tujuan sebagai berikut:

4.1.a.) Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. sikap seorang ilmuwan mesti kritis pada bidang ilmuanya, sehingga terhindar dari sikap Solipsistik(tak ada pendapat yang paling benar).

4.1.b.) Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Satu sikap yang diperlukan disini yakni menerapkan metode sesuai atau cocok dengan struktur ilmu pengetahuan, karena metode merupakan sarana berfikir, bukan merupakan hakikat ilmu pengetahuan.

4.1.c.) Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan, secara logis atau rasional pengembangan metode dapat dipertanggungjawabkan, agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum. Validnya suatu metode ditentukan dengan diterimanya metode tersebut secara umum.

4.2 IMPLIKASI MEMPELAJARI FILSAFAT ILMU

Diperlukan pengetahuan dasar yang memadai tentang ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial, supaya para ilmuan dapat memiliki landasan berpijak yanga kuat, ilmu alam secara garis besar mesti dikuasai, demikian pula halnya dengan ilmu sosial, sehingga antara ilmu yang satu dengan yang lain saling menyapa, bahkan mencipta suatu harmoni yang dapat memecahkan persoal-persoalan kemanusiaan.

Kesadaran seorang ilmuwan tidak semata berfikir murni pada bidangnya saja, tanpa mengaitkan dengan kenyataan diluar dirinya ini akan terlihat seperti menara gading, setiap aktivitas keilmuwan tidak terlepas dari konteks kehidupan sosial kemasyarakatan.

6. PENUTUP

Filsafat ilmu sangat berguna dan sangat penting, kepentingannya tentu saja dinikmati perkembangan IPTEK yang ditandai dengan semakin menajamnya ilmu pengetahuan, dan dengan mempelajari filsafat ilmu, para ilmuan tidak mudah terperangkap kedalam sikap arogansi intelektual, sikap yang saling terbuka dikalangan ilmuwan akan memudahkan pengembangan kearah kepentingan sosial, masyarakat dari suatu negara dimana mereka menjalankan kehidupannnya, dan tak ada kata lain untuk mewakili suatu keberhasilan selain kata, “Merdeka…”.

Sumber makalah:

Drs. Rizal Muntasyir M.Hum-Drs. Misnal Munir M.Hum,2001, Filsafat ilmu, Pustaka Pelajar.





Tui (Chen)

12 11 2008

:Kesaksian Matahari dan Bulan

Gunung ditanah kecil,
tetap diam ia,
dipanggil Ken pertama kali ia,
tepat dibarat,
dihari jum`at,
lahir Ia.

Lahirnya nyata sebagai anak kedua,
putra bungsu timurlaut dikira mulanya,
Panggil ia Tui, disambut gembira,
dikira Bapak awalnya putri bungsu untuknya,
logam kecil didasar danau,
ternyata Ia.

Musim dingin tak terduga,
air pasang dari utara,
anak ketiga Bapak lahir dari Istri kedua,
Putri bungsu dikira bapak untuknya,
sebut Ia putra tengah dengan nama K`an.
anak lelaki kedua bapaknya.

Diselatan dipanggil Ia dengan nama Li,
“tergantung kehendak putra tengah,
kilat dan api ditanganmu.”
Kata Bapak,
sebelum meninggalkan kehidupan
mayapada.

Barat gembira,
dikira putri bungsu itu ia,
kiranya logam kecil didasar danau,
anak lelaki itu,
bernama Tui,
begitulah setiap orang mengenalnya pertama kali.

Tanahbesar baratdaya,
nasib dibadan tangan penerima,
ia,
mudah mengalah sifat kasih Ibu,
ia,
K`un, putra tengah bernama Tui,
anak lelaki yang suka mengembara,
tak tentu tujuannya,
takdir hidupnya musafir,
kelana.

Tanahbesar baratdaya,
nasib dibadan tangan penerima,
ia,
mudah mengalah sifat kasih ibu,
ia,
K`un, putra tengah bernama Tui,
anak lelaki yang suka mengembara,
tak tentu tujuannya,
takdir hidupnya musafir,
kelana.

Panca kelana,
ia,
anak kedua yang bernama Tui,
lahir ditanah Jawa,
dinegeri Pajajaran,
orang Jepang biasa memanggilnya Itsu.
Ketika mereka melihatnya dibukit Go`,
berdiri sembunyi dari keramaian,
namun memandang jelas kehidupan.

Tui namanya,
ketika orang menyangka ia,
lelaki bernama Chen,
dan bukan Tui,
Almarhum bapaknya sengaja memberinya nama Tui (Chen),
Panca kelana,
yang lahir ditanah Jawa,

antara tanahkecil dan tanahbesar,
tetap diam Ia.

Logam kecil,
didasar danau,
Ia,
Putra tengah yang bernama Tui(Chen),
Lelaki yang suka mengembara.

https://sadoell77.wordpress.com





Catatanku, ingatan kalian.

4 11 2008

:Tentang lelaki bernama Bobby

Apapun tentangnya adalah impian yang kamu kenali Fitria, kamu tau, tak mungkin mengejarnya, apapun tentang kekasih atau cinta, kaupun tau Ia tak pernah mengerti, malah ia semakin bingung, bimbang yang merajai ketika kau pikir ia tak pernah ingin merayumu, ia bukankah bersamamu, tentu saja kau membaca catatan dirinya sebelum musnah terbakar, sebelum perpisahan kalian, ketika kau pikir ia tak pernah menunjukan sikap apapun padamu dibalik segala ambisi duniawi tentang eksistensi, ketika ia menyadarkanmu dengan pikirannya yang bercabang, bahwa kamu bukanlah kekasih yang dinantikannya, ataukah kuasa juga yang menjadi tujuan hidupnya, sehingga terpenjarakan waktu, tidakkah kau tau ia menyesali perpisahan dan dusta ungkapan dari pertemuan kalian, hingga lantang suranya berkata,”Kaulah waktu dikehidupanku, dan bukan aku untukmu…mengertikah aku kekasih…”

Lihatlah jika kau rindukanya Fitria, ia tak dipantai, tak ada pelabuhan pada pelayarannya, baginya ombak tak seganas perasaannya sendiri, selain ingatannya yang mempengaruhi rasanya untuk sesekali menjengukmu ditengah kebahagiaan, yang juga di impikannya Fitria, tentang sepasang insan dalam mahligai rumah tangga, ketika ia justru meninggalkanmu diamuk cintamu padanya, ketika ia katakan “Dia istriku…”, sebelum benar kau ciptakan cinta itu bagi suamimu.

Fitria, ia ada, sebisa mungkin kusembunyikan kekasihmu itu, dari setiap perempuan sebisa mungkin tak terbaca pada fikirku tentang kalian. Ia terbaring Fitria, pada gelombang diatas sampan hanyutnya. Ia berpesan padaku, tentang sesuatu yang tak perlu kamu tau tentang ia padamu Fitria……….. tapi kalian selalu saja saling menyeru, mencipta duka kerinduan yang terbaca dikabu setiap insan, Fitria….maafkanku jika perasaanku berbicara tentang kalian, serasa sendiriku ditengah cumbu hasrat perempuanku.

Lainkali akan kuceritakan tentang diri kalian darinya Fitria, untukmu, untuk rindu kalian……

Salam,

Sahid





Catatan Pendekar gunung es

29 10 2008

Lihat aku…..pada beku yang kau sebut batu,
tapi jangan serukan nama,
tabu pada kata kau sebut aku,
coba lihat dirimu apakah kekasih…

https://sadoell77.wordpress.com





Catatan Pendekar gunung es

26 10 2008

:Fenomena gunung es

Ketika sibuk kata bercerita

diamku diamuk suara dada,

diam,

tak bisakah

diam,

jika mati adalah diamku,

maka sekarang,

diamkan aku,

atau

mati!!!





Catatan Pendekar gunung es (Fenomena gunung es)

25 10 2008

Salju turunlah kali ini pada rongga kepalaku,
dan buatkan istana bagiku terbaring sekejap,
untuk jasad, pada sunyimu yang beku
pada dingin batu es,
batu es,
batu es,
sebelum jasadku menguap asap
biarlah mebeku sekali saja menjadi batu.
Essssssssh